19
Nov
09

arthopoda

Arthopoda

Arthopoda


Ciri-ciri Arthropoda

  • Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen).
  • Bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik, terlindung oleh rangka luar dari kitin.
  • Alat pencernaan sempurna, pada mulut terdapat rahang lateral yang beradaptasi untuk
    mengunyah dan mengisap. Anus terdapat di bagian ujung tubuh.
  • Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung terletak di daerah dorsal (punggung)
    rongga tubuh.
  • Sistem pernafasan
    Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat
    bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea.
  • Sistem saraf berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera.
  • Arthropoda memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat
    peraba, mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada insecta)
    dan statocyst (alat keseimbangan) pada Curstacea.
  • Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpighi.
  • Alat reproduksi, biasanya terpisah. Fertilisasi
    kebanyakan internal (di dalam tubuh).

Klasifikasi Arthoproda

Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, Arthropoda dikelompokkan menjadi 4
kelas, yaitu:

  1. Kelas Crustacea (golongan udang).
    Crustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air
    tawar. Ciri-ciri crustacea adalah sebagai berikut:

    • Struktur Tubuh
      Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks
      (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Bagian anterior
      (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung
      belakang)nya sempit. Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:

      1. Dua pasang antena
      2. Satu pasang mandibula, untuk menggigit mangsanya
      3. Satu pasang maksilla
      4. Satu pasang maksilliped
        Maksilla dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan
        menghantarkan makanan ke mulut. Alat gerak berupa kaki (satu pasang
        setiap ruas pada abdomen) dan berfungsi untuk berenang, merangkak atau
        menempel di dasar perairan.
        Arthopoda
        Gambar 1. Struktur tubuh Crustacea.
    • Sistem Organ
      1. Sistem Pencernaan
        Makanan Crustacea berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan.
        Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan
        esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior. Hewan ini
        memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala-dada di kedua
        sisi abdomen. Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui
        alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.
      2. Sistem Saraf
        Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali. Ganglion otak
        berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba), statocyst
        (alat keseimbangan), dan mata majemuk (facet) yang bertangkai.
      3. Sistem Peredaran Darah
        Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka.
        Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak
        mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap
        O2 (oksigen) rendah.
        Arthopoda
        Gambar 2. Struktur dalam Crustacea
      4. Sistem Pernafasan
        Pada umumnya Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali
        Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh
        permukaan tubuhnya.
      5. Alat Reproduksi
        Alat reproduksi pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa
        Crustacea rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasangan
        kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki
        kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh).

      Dalam pertumbuhannya, udang mengalami ekdisis atau pergantian
      kulit. Udang dewasa melakukan ekdisis dua kali setahun, sedangkan udang
      yang masih muda mengalami ekdisis dua minggu sekali. Selain itu udang
      mampu melakukan autotomi (pemutusan sebagian anggota tubuhnya). Misalnya:
      udang akan memutuskan sebagian pangkal kakinya, bila kita menangkap udang
      pada bagian kakinya. Kemudian kaki tersebut akan tumbuh kembali melalui
      proses regenerasi.

    • Klasifikasi Crustacea
      Berdasarkan ukuran tubuhnya Crustacea dikelompokkan sebagai berikut:

      1. Entomostraca (udang tingkat rendah)
        Kelompok Entomostraca umumnya merupakan penyusun zooplankton,
        adalah melayang-layang di dalam air dan merupakan makanan ikan. Adapun
        pembagian ordo yang termasuk Entomostraca antara lain:

        • Branchiopoda
          Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus.
          Hewan ini sering disebut kutu air dan merupakan salah satu
          penyusun zooplankton. Pembiakan berlangsung secara
          parthenogenesis.
          arthopoda5.jpg
          Gambar 3. Contoh : Branchiopoda
        • Ostracoda
          Contoh: Cypris candida, Codona suburdana.
          Hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan
          dapat bergerak dengan antena.
          Arthopoda
          Gambar 4. Contoh Ostracoda
        • Copecoda
          Contoh: Argulus indicus, Cyclops. Hidup di air
          laut dan air tawar, dan merupakan plankton dan parasit,
          segmentasi tubuhnya jelas.
          Arthopoda
          Gambar 5. Contoh Copecoda
        • Cirripedia
          Contoh: Lepas atau Bernakel, Sacculina. Tubuh dengan
          kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup
          di laut melekat pada batu atau benda lain. Cirripedia
          ada yang bersifat parasit. Cara hidup Cirripedia
          beraneka ragam. Salah satu diantaranya adalah Bernakel yang
          terdapat pada dasar kapal, perahu dan tiang-tiang yang
          terpancang di laut atau mengapung di laut.
          Arthopoda
          Gambar 6. Bernakel
      2. Malakostraca (udang tingkat tinggi)
        Hewan ini kebanyakan hidup di laut, adapula yang hidup di air tawar.
        Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks yaitu kepala dan dada yang bersatu
        serta perut (abdomen). Malakostraca dibagi menjadi 3 ordo, yaitu
        Isopoda, Stomatopoda dan Decapoda.

        • Isopoda
          Tubuh pipih, dorsiventral, berkaki sama. Contohnya adalah
          Onicus asellus (kutu perahu),dan Limnoria lignorum.
          Keduanya adalah pengerek kayu.
          Arthopoda
          Gambar 7. Kutu Perahu
        • Stomatopoda
          Contoh: Squilla empusa (udang belalang). Hidup di laut,
          bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna yang
          mencolok. Belakang kepala mempunyai karapaks. Kepala
          dilengkapi dengan dua segmen anterior yang dapat bergerak,
          mata dan antena.
        • Decapoda
          Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Hewan ini
          mempunyai sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang
          sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia. Decapoda
          banyak digunakan sebagai sumber makanan yang kaya dengan
          protein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan.
          Kepala – dada menjadi satu (cephalothorax) yang ditutupi oleh
          karapaks. Tubuh mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki
          sehingga disebut juga hewan si kaki sepuluh. Hidup di air
          tawar, dan beberapa yang hidup di laut.Beberapa contoh Decapoda, yaitu:

          • Udang
            1. Penacus setiferus (udang windu), hidup di air payau, enak dimakan dan banyak dibudidayakan.
            2. Macrobrachium rasenbengi (udang galah), enak dimakan, hidup di air tawar dan payau.
            3. Cambarus virilis (udang air tawar)
            4. Panulirus versicolor (udang karang), hidup di air laut dan tidak memiliki kaki catut.
            5. Palaemon carcinus (udang sotong)
          • Ketam
            1. Portunus sexdentatus (kepiting)
            2. Neptunus peligicus (rajungan)/Pagurus sp.
            3. Parathelpusa maculata (yuyu)
            4. Scylla serrata (kepiting)
            5. Birgus latro (ketam kenari)

            Gambar 8. Kelompok Malakostraca

            Perhatikan gambar berikut ini!
            Arthopoda

    • Peran Crustacea bagi Kehidupan Manusia
      Jenis Crustacea yang menguntungkan manusia dalam beberapa hal,
      antara lain:

      1. Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang,
        lobster dan kepiting.
      2. Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi
        sumber makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda
        dan Copepoda.

      Sedangkan beberapa Crustacea yang merugikan antara lain:

      1. Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda.
      2. Parasit pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia
        dan Copepoda.
      3. Merusak pematang sawah atau saluran irigasi misalnya ketam.
  2. Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba).
    Anggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atau caplak.
    Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan.
    Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator. Tempat hidupnya adalah di
    darat. Arachnida meiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    • Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat
      dibedakan dengan jelas, kecuali Acarina.
    • Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa
      pasang mata tunggal, mulut, kelisera dan pedipalpus.
    • Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada.
    • Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal.
    • Alat pernafasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku.
    • Alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamin terbuka pada bagian
      anterior abdomen, pembuahan internal (di dalam).
    • Sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf
      ventral dengan pasangan-pasangan ganglia.
    • Alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama disesuaikan untuk mengisap
      serta memiliki kelenjar racun.
    • Habitat (tempat hidup) pada umumnya di darat, tetapi ada pula sebagai
      parasit.

    Arachnida dibagi menjadi tiga ordo yaitu:

    1. Scorpionida
      Contohnya:

      • Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp)
      • Ketonggeng (Buthus)

      Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi
      alat pembela diri.

    2. Arachnoida
      Contohnya adalah segala macam laba-laba, antara lain:

      • Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan)
      • Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara)
      • Laba-laba penjerat (di Malaysia)
      • Laba-laba pemburu (di Meksiko)
      • Laba-laba srigala
      • Laba-laba beracun Latrodectes natans dan Laxosceles
        reclusa
      • Tarantula (Rhechostica hentz)

      Umumnya laba-laba mempunyai perut tidak beruas-ruas.
      Arthopoda
      Gambar 9. Beberapa contoh hewan Arachnoida

    3. Aracina
      Contohnya:

      • Caplak kudis (Sacroptes scabiei)
      • Caplak unggas (Dermanyssus)
      • Caplak sapi (Boophilus annulatus)
      • Tungau (Dermacentor sp.)

      Ciri khas yang terdapat pada tubuh hewan ini adalah tubuh tidak
      berbuku-buku, umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia.
      Arthopoda
      Gambar 10. Jenis-jenis caplak

    Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama
    serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak
    merugikan manusia terutama hewan Acarina misalnya:

    • Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia
    • Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba,
      kelinci, dan kuda.
    • Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing
      dan kucing.
  3. Kelas Myriapoda (golongan luwing).
    Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda
    dengan tubuh beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu atau dua pasang kaki.
    Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut). Hewan ini
    banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama tempat yang
    banyak mengandung sampah, misal kebun atau di bawah batu-batuan. Myriapoda
    memiliki ciri:

    • Tubuh bersegmen (beruas) tidak mempunyai dada jadi hanya kepala dan perut.
    • Pada setiap ruas perut terdapat satu pasang atau 2 pasang kaki.
    • Pada kepala terdapat 2 kelopak mata tunggal (ocellus), 1 pasang antena dan
      alat mulut.
    • Susunan saraf tangga tali.
    • Sistem pernafasan dengan trakea. Mempunyai spirakel yang terdapat pada
      setiap ruas tubuhnya untuk keluar masuknya udara.
    • Sistem peredaran darah terbuka.
    • Alat kelamin jantan dan betina terpisah, cara perkembangbiakan dengan cara
      bertelur.
    • Habitat di darat, misal di bawah batu, dalam tanah, humus, atau tempat
      lembab lainnya.

    Myriapoda dibagi menjadi dua ordo, yaitu:

    1. Kelas Chilopoda
      Ciri-ciri:

      • Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas
        (15-173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen)
        di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang
        kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi
        untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang
        yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Hewan
        ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan
        binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.
      • Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai
        anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
      • Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan
        lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.
      • Habitat di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk.
        Kelas ini sering disebut Sentipede.

      Arthopoda
      Gambar 11. Contoh Chilapoda

    2. Kelas Diplopoda
      Ciri-ciri:

      • Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100 segmen) terdiri
        atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan
        tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu, atau
        kedua, kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.
      • Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata
        tunggal.
      • Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan
        yang telah membusuk.
      • Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.
      • Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

      Arthopoda
      Gambar 12. Contoh Diplopoda, Julus Nomerensis (kaki seribu)

  4. Kelas Insecta (serangga).
    Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata
    heksa yang berarti 6 (enam) dan kata podos yang berarti kaki.
    Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insecta lebih dari
    900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali
    variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya.
    Ciri-ciri Insecta, antara lain:

    • Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada, dan perut.
    • Kepala dengan:
      1. Satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan
        satu pasang antena sebagai alat peraba.
      2. Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap,
        menjilat, dan menggigit.
        Arthopoda
        Gambar 13. Berbagai tipe mulut serangga
    • Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang
      depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium)
    • Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax, mesothorax, dan
      metathorax. Pada setiap mesotoraks (mesothorax) dan metatoraks (metathorax)
      terdapat dua pasang sayap, tetapi ada pula yang tidak memiliki sayap.
    • Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya yakni:
      1. kaki untuk menggali (anjing tanah)
      2. kaki untuk meloncat (belalang)
      3. kaki untuk berenang (kumbang air)
      4. kaki untuk pengumpul serbuk sari
      5. kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
      6. kaki untuk memegang (belalang sembah)
    • Perut (abdomen) memiliki sebelas ruas atau beberapa ruas saja. Pada
      belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi
      untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran
      atau membran tympanum.
    • Alat pencernaan terdiri atas: mulut, kerongkongan, tembolok, lambung,
      usus, rektum, dan anus.
    • Sistem saraf tangga tali.
    • Sistem pernafasan dengan sistem trakhea.
    • Sistem peredaran darah terbuka.
    • Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.
    • Habitat di air tawar dan darat.
    • Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dari telur
      sampai dewasa.

    Insecta berdasarkan metaformosisnya diklasifikasikan kedalam dua kelompok,
    yaitu,

    1. Hemimetabola
      Hemimetabola merupakan serangga yang mengalami metamorfosis tidak
      sempurna. Dalam daur hidupnya, serangga Hemimetabola mengalami tahapan
      perkembangan sebagai berikut:

      1. Telur
      2. Nimfa, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama
        dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian
        kulit.
      3. Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua
        organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.

      Arthopoda
      Gambar 14. Contoh Daur hidup serangga Hemimetabola pada belalang.

      Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo, antara lain:

      • Achyptera atau Isoptera
        Ciri-ciri ordo Archyptera:

        • Metamorfosis tidak sempurna.
        • Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya. Kedua
          sayap tipis seperti jaringan.
        • Tipe mulut menggigit.

        Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai)

        Arthopoda
        Gambar 15. Perkembangan telur rayap sampai dewasa

      • Orthoptera (serangga bersayap lurus)
        Ciri-ciri ordo Orthoptera:

        • Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal
          dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa
          selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu
          terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang
          lebih kuat dan besar.
        • Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai
          belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau
          mengusir saingannya.
        • Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat
          digunakan untuk meletakkan telur.
        • Tipe mulutnya menggigit.

        Contoh:

        • Belalang (Dissostura sp)
          Arthopoda
          Gambar 16. Belalang
        • Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum)
        • Belalang sembah (Stagmomantis sp)
        • Kecoak (Blatta orientalis)
        • Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)
        • Jangkrik (Gryllus sp)
      • Odonata
        Ciri-ciri Ordo Odonata:

        • Mempunyai dua pasang sayap
        • Tipe mulut mengunyah
        • Metamorfosis tidak sempurna
        • Terdapat sepasang mata majemuk yang besar
        • Antenanya pendek
        • Larva hidup di air
        • Bersifat karnivora

        Contohnya adalah capung (Aeshna sp), dan capung besar
        (Epiophlebia)

      • Hemiptera
        Ciri-ciri Hemiptera:

        • Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang
          lagi seperti selaput.
        • Tipe mulut menusuk dan mengisap
        • Metamorfosis tidak sempurna.

        Contohnya yaitu, walang sangit (Leptocorixa acuta), kumbang
        coklat (Podops vermiculata), kutu busuk (Eimex
        lectularius
        ), kepinding air (Lethoverus sp)

        Arthopoda
        Gambar 17. Contoh hewan Hemiptera

      • Homoptera (bersayap sama)
        Ciri-ciri Homoptera:

        • Tipe mulut mengisap
        • Mempunyai dua pasang sayap
        • Sayap depan dan belakang sama, bentuk transparan.
        • Metamorfosis tidak sempurna.

        Contohnya:

        • Tonggeret (Dundubia manifera)
        • Wereng hijau (Nephotetix apicalis)
        • Wereng coklat (Nilapervata lugens)
        • Kutu kepala (Pediculushumanus capitis)
        • Kutu daun (Aphid sp)

        Arthopoda

        Gambar 18. Contoh hewan Homoptera

    2. Holometabola
      Holometabola adalah serangga yang mengalami metamorfosis sempurna.
      Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah
      telur —> larva —> pupa —> imago. Larva adalah hewan muda yang
      bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada
      saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi
      penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase
      perkembangbiakan.Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini
      meliputi enam ordo, yaitu:

      1. Neuroptera
        Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang
        sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala. Contohnya undur-undur
      2. Lepidoptera (bersayap sisik)
        Ciri-ciri ordo Lepidoptera:

        • Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.
        • Metamorfosis sempurna
        • Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua,
          yaitu:

          1. Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari luar
          2. Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.
        • Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang
          dapat dijulurkan.

        Ordo Lepidoptera dibagi menjadi dua sub ordo:

        1. Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang)
          Contohnya:

          • Hama kelapa (Hidari irava)
          • Hama daun pisang (Erlonata thrax)
          • Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon)
          • Kupu sirama-rama (Attacus atlas)
        2. Sub ordo Heterocera (kupu-kupu malam)
          Sering juga disebut ngengat. Hidup aktif pada malam hari.
          Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot.
          Contohnya:

          • Ulat tanah (Agrotis ipsilon)
          • Ulat jengkol (Plusia signata)
          • Kupu ulat sutra (Bombyx mori)

        Arthopoda

        Gambar 19. Hewan kelompok Lepidoptera

      3. Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang)
        Ciri-ciri ordo Diptera:

        • Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap
          belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut
          halter.
        • Mengalami metamorfosis sempurna.
        • Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan
          mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut
          probosis.

        Contohnya:

        • Lalat (Musca domestica)
        • Nyamuk biasa (Culex natigans)
        • Nyamuk Anopheles
        • Aedes (inang virus demam berdarah)

        arthopoda23.jpg
        Gambar 20. Macam-macam Diptera (a) lalat rumah;
        (b) lalt tze-tze; (c) nyamuk kecil; (d) nyamuk

        Untuk membedakan nyamuk Culex, Anopheles, dan
        Aedes perhatikan gambar berikut
        Arthopoda
        Gambar 21. Perbedaan posisi larva dan pupa nyamuk di dalam air serta
        posisi nyamuk dewasa dalam keadaan hinggap

      4. Coleoptera (bersayap perisai)
        Ciri-ciri ordo Coleoptera:

        • Mempunyai dua pasang sayap.
        • Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat tanduk disebut
          dengan elitra, sayap belakang seperti selaput.
        • Mengalami metamorfosis sempurna.
        • Tipe mulut menggigit.

        Contoh:

        • Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk
          kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit, dan lain-lain.
        • Kumbang buas air (Dystisticus marginalis)
        • Kumbang beras (Calandra oryzae)

        Arthopoda

        Gambar 22. Hewan kelompok Coleoptera

      5. Siphonoptera (bangsa pinjal)
        Ciri-ciri ordo Siphonoptera:

        • Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat kuat dan berguna
          untuk meloncat.
        • Mempunyai mata tunggal.
        • Tipe mulut mengisap.
        • Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala – dada dan
          perut tidak jelas)
        • Metamorfosis sempurna

        Contoh:

        • Pinjal manusia (Pubex irritans)
        • Pinjal anjing (Ctenocephalus canis)
        • Pinjal kucing (Ctenocephalus felis)
        • Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal pada
          tikus dapat menularkan kuman pes/sampar.
      6. Hymenoptera (bersayap selaput)
        Ciri-ciri ordo Hymenoptera:

        • Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.
        • Tipe mulut menggigit.

        Contoh:

        • Lebah madu (Apis mellifera)

        Kumbang pengisap madu (Xylocopa),
        biasanya melubangi kayu pada bangunan rumah

  5. Peranan Insecta dalam Kehidupan Manusia
    Seperti halnya hewan-hewan invertebrata lainnya, insecta pun ada yang
    menguntungkan dan ada pula yang merugikan, diantaranya adalah:

    • Insecta yang menguntungkan
      • Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah
        sangat membantu para petani karena dapat membantu proses
        penyerbukan pada bunga.
      • Insecta dibudidayakan karena dapat menghasilkan
        madu. Misal: lebah madu (Apis mellifera).
      • Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat
        kepompong yang dapat menghasilkan sutra (contoh: Bombix mori).
      • Untuk dimakan, misal laron, gangsir, dan larva lebah
        (tempayak) yang dapat diperoleh secara musiman.
      • Merupakan mata rantai makanan yang amat penting bagi
        kehidupan.
    • Beberapa insecta yang merugikan antara lain
      • Menularkan beberapa macam bibit penyakit seperti kolera
        oleh tikus, dan disentri oleh lalat & kecoak.
      • Merusak tanaman budidaya manusia, misal: belalang, kumbang
        kelapa, ulat.
      • Menyebabkan penyakit pada tanaman, misal:
        Nilapervata lugens (wereng) menyebabkan penyakit virus
        tungro, belalang (walang sangit) yang mengisap cairan biji
        padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso.
      • Parasit pada manusia (mengisap darah), misal: nyamuk, kutu
        kepala, dan kutu busuk.
      • Merusak bahan makanan yang disimpan (tepung kedelai) oleh
        berbagai Coleoptera, misal: kumbang beras.
      • Serangga banyak yang hidup parasit pada ternak maupun ikan.
      • Dapat merusak bahan bangunan, misal: kumbang kayu dan rayap.

Untuk dapat memahami klasifikasi Arthropoda secara menyeluruh,
perhatikan bagan berikut ini:
Arthopoda

Perbedaan
dari masing-masing kelas akan dijelaskan berikut ini. Perhatikan tabel berikut:

Ciri Kelas
Crustacea Arachnida Myriapoda Insecta
Tubuh
  • Mempunyai rangka yang keras
  • Terdiri atas dua bagian yaitu kepala-dada dan perut
Terdiri atas 2 bagian yaitu kepala-dada dan perut
  • Chilopoda: kepala dan badan gepeng (dorso ventra)
  • Diplopoda: kepala dan badan silindris
Terdiri atas kepala, dada dan abdomen (perut)
Kaki 1 pasang pada setiap segmen tubuh 4 pasang pada kepala-dada 1 pasang atau 2 pasang pada setiap ruas 3 pasang pada dada atau tidak ada
Sayap Tidak ada Tidak ada Tidak ada 2 pasang atau tidak ada
Antena 2 pasang Tidak ada
  • Chilopoda: 1 pasang dan panjang
  • Diplopoda: 1 pasang dan pendek
1 pasang
Organ Pernafasan Insang atau seluruh permukaan tubuh Paru-paru buku Trakea Trakea
Tempat hidup Air tawar, air laut Darat Darat Darat
Contoh Arthopoda

Posted on

on August 24th, 2009 in Tak Berkategori Tagged , ,


0 Responses to “arthopoda”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: